Thursday, July 17, 2008

Selimut Super Went To Sunday Morning Bazzar

6th July 2008, around 5 am, I was ready to go Kota Wisata, Cibubur. I went at 5.30 am. It takes almost 45 minutes from my place, Kampung Ambon (between Rawamangun and Pulo Mas, East Jakarta). I went to Kota Wisata to joint a Sunday morning bazzar.

When I arrived, some people already set up their booth. I ask to committee, she says “you may choose by your self”. I choose near a craft booth. I pick up my product. Today I bring Selimut Super (a very soft blanket) and Toples Cantik.

Around 7, many people came. It was because their going to exercise (fitness). Some people came to see my product. They were surprise, the blanket very very soft. A woman so exited, she ready to buy some blanket. But, the sport instructor called to get ready to exercise. May be latter I say.

Few times latter, a man his daughter came. His daughter like with Barbie Blanket, and he like the soft one. I bring Super Osaka 1 Ply. He ask me, “If use blanket, although I use air conditioner, it’s still to hot. How bout that?” I say, “This blanket is the answer. You buy and use it to night. If you feel to hot, tomorrow I gift back your money. I gift you a money back guarantee.” He surprised. I bet no salesmen have ever offered him like that. He says latter may be. Oh... OK I haven’t lucky yet.

Exercise finish. The women going buy the blanket doesn’t come again. May be she cancelled. Around 9 am, less people were stay. At 10 am, many people came again. They seem already clean them self. A family, using bicycle came. Their mother came to booth and she looks so exited with my blanket. She desperate to buy. But her husband say, “Hurry up, we still have few miles to go”. And they go…

Around 11, only few people are stay. I say to my self “ today is not my lucky day”. But then, the women in the morning came back again. She says she going to buy 2 pcs. And ask me to sent it to her place. OK. I so exited. I sold 2 blanket today. A very very special blanket. Super Soft Blanket.

Today, is my lucky day.

Tuesday, July 1, 2008

Musim Bazzar

Buat para pemburu bazzar, sepertinya dari Juni sampai Lebaran akan pesta besar-besaran. Kerja keras, keringat lebih bercucuran, tapi kantong lebih tebal.
Dari Juni kemaren saya lihat banyak sekali informasi bazzar. Dari yang gratis (Franchise & Bussiness Opportunity yang 20 member TDA ikut), yang cuma 30 ribu (yang theSEMUT ikut) sampai Lebaran udah banyak sekali informasinya beredar. Milist dan iklan baris di tabloid-tabloid selalu saya cek. Banyak sekali. Kalo mampu (tenaga dan modal) mungkin tiap hari saya akan bazzar terus.
Tanggal 28 Juni 2008 kemaren saya ikut bazzar di deket rumah. Modal stand Cuma 30 ribu. Modal isi stand 200 ribuan. Gak habis sich, tapi gak nombok yang pasti. Bazzar ini yang ngadain SD & SMP Muhammadiyah. Mereka lagi bagi raport sekalian pentas seni.

theSEMUT kemaren cuma jualan es jeruk, sop buah, spageti (nulisnya salah ya?), pudding koktail (ini favorit saya. Ada yang mau pesen?). Sama alat tulis, sisa jualan di bazzar sebelumnya.

Kita mulai jam 7.30 an sampai jam 12. Luar biasa. Udah selesai semua, pules banget tidurnya.

Jadi buat yang belum punya toko sendiri atau pemburu bazzar, singsingkan lengan baju, siap-siap beraksi.

ACTION

theSEMUT Berkunjung ke Majalah Paras

Saya nulis ini di studio tempat pengambilan foto di Redaksi Majalah Paras. Lokasi lumayan jauh dari rumah saya. Di Kota Wisata Cibubur.
Ngapain theSEMUT mampir ke Paras? Saya certain dulu ya sejarahnya.

Jadi, toples cantik theSEMUT ini dulunya juga diawali dari Paras. Paras pernah mengadakan pelatihan toples cantik. Dari situ Bunda theSEMUT memproduksi toples cantik. Dengan konsultasi intensif pengajar di pelatihan tersebut. Mba Ade namanya. Support beliau sangat besar untuk kami. Hingga berjalan hampir 1 tahun, produk kami berkembang dan semakin bervariasi.

Awal Juni kemaren, Mba Ade ngasih kontak person Paras. Siapa tahu bisa diliput kata beliau. Setelah kami kontak, mereka langsung datang ke workshop theSEMUT. Mereka lihat-lihat dan pilih-pilih produk kami. Dan OK kata mereka. Kita lakukan pemotretan. Kaget kami. Jadi kami dipilih untuk salah satu isinya. Yang isinya itu step by step untuk membuat sebuah produk. Tangan-tangan Terampil kalo gak salah namanya. Jadilah tadi pagi kami berangkat ke Paras.

Alhamdulillah sesi pemotretan berjalan dengan lancar. Insya Allah akan naek cetak untuk lebaran, 25 September. Udah mepet sich sama Lebaran, tapi gak pa2 lah. Alhamdulillah theSEMUT dapet promosi gratis dan sesuai target marketnya. Mudah-mudahan efek nya bisa cepet kerasa.

Produk yang diliput Paras belum ada di blog. Karena memang Toples Cantik theSEMUT baru lounching produk 2008 nya nanti bulan Juli.


yana

http://mangyana.blogpsot.com

Tadi saya lihat ada Manet nich di Paras terbaru. Kayanya Manet udah jadi pelanggan beberapa majalah / tabloid nasional
Muda-mudahan bisa segera menyusul.

Wednesday, June 11, 2008

Kebenaran

Entah hanya perasaan saya atau memang seperti inilah dunia manusia itu sesungguhnya. Tapi rasanya semakin hari semakin sulit untuk mencari kebenaran di dunia ini. Entah begitu banyak orang yang berbohong atau menipu, atau begitu banyak orang yang berucap atau menulis sesuatu yang padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tadi saya baru saja search profil Anne Ahira. Hasilnya hanya 15.600 pencarian. Saya hanya cek sampai 40. Sulit rasanya menyimpulkan siapa Ahira. Tulisan positif banyak, tapi tulisan negatif pun tidak kalah banyak. Bahkan ada yang sampai ada Anti Ahira atau ada situs anneahirasuck (kasar sekali rasanya, tapi itu memang bagian dari kebebasan (baca:liberal)) Yang negatif bilang tidak ada bukti mengenai semua kehebatan Ahira. Yang positif membicarakan mengenai semua kelebihan Ahira. Tapi saya yakin sangat sedikit atau hampir tidak ada yang menulis semua itu karena dia memang tahu itulah yang sebenarnya (kebenarannya). Karena semua informasi itu di dapat dari orang lain.

Saya jadi teringat mengenai Supersemar. Tercatat dalam sejarah, di ajarkan di sekolah tapi barang buktinya tidak ada. Saksi sendiri ada dua versi.

Belum lagi bulan kemarin saya dapat email dari teman saya. Dia pun mem forward tulisan orang lain. Isinya mengatakan bahwa tanggal 20 Mei itu tidak layak dijadikan Hari Kebangkitan Nasional. Karena sebenarnya Budi Utomo itu tidak nasionalis. Hanya Jawa & Madura. Bahkan memihak Belanda. Saya tidak tahu informasi itu benar atau tidak. Kalaupun yang menulis adalah saksi mata, saya tidak tahu apakah ia benar saksi mata atau seorang pembohong.

Tapi kelihatannya memang seperti inilah dunia manusia. Di kehidupan sehari-hari pun terasa seperti itu. Kadang-kadang ucapan kita hanya berdasarkan kata orang yang kita percaya. Padahal kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi karena tidak melihat sendiri.

Pernah dengar ABS. Asal Bapak Senang. Seperti inilah. Karena presiden tidak mungkin memeriksa hingga detail dan teknis dia mempercayakan kepada menteri. Tapi menteri pun tidak bisa. Dia mempercayakan kepada staff nya. Celakanya staff masih memerintahkan bawahannya. Alhasil apa yang sebenarnya terjadi terdistrosi oleh pendapat subjektif dari masing-masing. Apalagi kalo dari bawah sudah berpikir, ”Pokoknya jangan sampai Bapak marah. Bapak harus senang.”

Mau di dunia online ataupun offline, kita harus berhati-hati dalam mempercayai informasi dan mengucap atau menulis sesuatu (kecuali dari awal kita udah bilang : ini hanya fiksi atau rekayasa. Segala yang sama hanya kebetulan semata)

Belajar Internet Marketing

Mulai 3 Juni 2008 kemarin, saya niatkan untuk belajar IM dengan serius. Sebenarnya sudah hampir 2 tahun saya mengenal IM. Sudah 1 tahun saya ikut newsletter Yaro Starak. Sekarang saya lagi belajar dengan Bu Guru Anne Ahira.
Profilnya sudah banyak di ulas. Sebenarnya saya sudah pernah ikut Asian Brain, tapi waktu itu memang iseng aja, alias gak serius. Inya Allah sekarang saya akan serius.
Berikut ini sedikit resume profil Anne Ahira yang saya baca dari berbagai sumber.
Sekarang ini siapa yang tidak mengenal Anne Ahira. Apalagi buat yang sering akses internet atau mencoba cari uang lewat internet.

Ketika pertama kali mendengar Ahira, mungkin yang kebayang adalah sosok orang Jepang. Pantas saja dia terkenal di internet, wong Jepang to. Tapi ternyata tidak, Ahira adalah asli Indonesia, orang Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia bukan anak konglomerat atau berkantor di perusahaan besar dengan gedung-gedung pencakar langit.

Ia mengenal internet ketika sedang kuliah di STBA Bandung. Semua itu diawali karena ia mendengar cerita ada anak 17 tahun bisa mendapatkan ribuan dollar dari internet. Ia belajar secara otodidak, melalui trial and error. Hasil pertamanya selama 2 tahun adalah $8. Dan tidak bisa diuangkan, karena biaya administrasinya $20.

Website pertamanya dibuat adalam waktu 6 bulan. Walaupun hasil masih jauh dari memuaskan, tapi hal itu tidak membuat surut semangatnya. Dan hasilnya bisa anda browsing di Google atau lihat sendiri sekolah di Asian Brain.

Dia adalah salah satu pengarang buku 30 Days To Internet Marketing Success. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia. Omzet penjualan buku ini mencapai lebih dari 340.000 dollar AS hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan.

Secara rutin Ahira juga membuat newsletter untuk www.TheBestAffiliate.com. Newsletter berisi tips-tips strategi internet marketing ini dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing yang tersebar di 120 negara. Dan belum lama ini, Ahira terpilih menjadi “12 World’s Super Affiliate” tahun 2004

ANNE Ahira atau yang akrab dipanggil Ahira/Hira, lahir 28 November 1979. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Hj Aas Asiah dan H Sobur Sodikin. Semua saudaranya perempuan. Motto hidup Ahira: “Kekayaanku yang sejati adalah apa adanya aku, bukan apa yang kumiliki”. Ahira menyelesaikan pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) di Bandung. Ia lulus dengan predikat cum laude.

Ketertarikan Ahira pada bahasa asing sudah sejak SMA. Berbagai sertifikat diraihnya lewat kursus bahasa asing, seperti bahasa Jerman dan Inggris. Bukan itu saja, belasan sertifikat lainnya dari kursus akuntansi, komputer, menggambar, olahraga, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya, ia pun sudah tak ingat lagi, apa saja kursus yang pernah diikutinya.

Ahira sering menyatakan bahwa dirinya orang kampung yang tinggal di Jalan Bojong Sereh, Banjaran, Bandung.
__________________________________________________________________
Tapi waktu saya search profil+anne+ahira ternyata ada juga yang menganggap yang Ahira lakukan dengan Asian Brain adalah arisan marketing atau sejenisnya.

Sunday, May 4, 2008

Krauk Krauk Nambah Konter

Kalo baca judulnya kayanya keren banget. Nyaingin yang jualan ponsel. Jualan cemilan aja sampai punya konter. Modalnya gak sampai 100 rb. Wah, kalo saya bikin promosi, bisa ngantri yang mau joint. Tapi gak, jangan bayangin konter ponsel. Maksudnya konter disini adalah tempat jualan yang lain.

Selama ini saya hanya berjualan di meja saya saja. Sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan. Dari setelah Lebaran 2007 kira-kira. Kira-kira 3 minggu yang lalu, saya nawarin ke temen saya yang udah dari tahun 98 jualan di kantor. Awalnya dia minta untuk di 2 tempat. Minggu depannya nambah 1, terus kemaren nambah 1 lagi. Jadi dia buka 4 konter saya 1 konter. Total semua 5 konter.

1 konter isinya kira-kira 60 pcs. Jadi total 300 pcs. Jadi kalo seminggu habis, tiap minggu saya harus menyiapkan 300 pcs. Makanya kemaren saya habis lembur Sabtu Minggu di rumah. Nyiapin untuk minggu ini. Pegel juga ya 300 pcs dalam 2 hari. Tapi kayanya masih sanggup sampai 1000 pcs Insya Allah. Cuma konternya belum ada nich.

Ada yang minat jadi konter (agen) saya berikutnya? Bisa buat yang mau belajar bisnis.

See you at the top

Cemilan 500-an pun Harus Inovasi

aBulan Mei ini adalah bulan ke-7 saya berjualan cemilan di kantor. Naik turun adalah hal yang biasa. Apalagi kalo lagi ada event, orang-orang jarang di kantor, sepi banget. Tapi saya coba terus bertahan. Toh, produk saya ini kadaluarsanya lumayan lama. Antara 3 bulan sampai 1 tahun.
Tidak terasa sudah setengah tahun saya lewati. Dari awalnya hanya 2 jenis, makaroni pedas dan asin, sekarang sudah 5 jenis saya lepas. Makaroni pedas, makaroni rujak (manis pedas), telur ikan, pang pang dan opak. Dan di rumah masih ada 4 jenis yang belum saya lepas. Masih saya tahan untuk waktu yang tepat.
Inovasi. Itulah yang harus saya lakukan. Karena kelihatannya pasar sudah mulai jenuh dengan makaroni. Tadinya saya pikiri untuk kelas saya yang harga jualnya hanya 500 rupiah gak perlu inovasi. Ya... let it go... let it flow saja. Tapi kalo dibiarin bisa mati dagangan saya. Saya masih terus mencari suplier-suplier lain. Saya masih mencari produk-prduk lain.
Mungkin itu sebabnya tiap bulan selalu keluar model hp baru, model baju baru, model kerudung baru.
Inovasi-inovasi baru sedang saya siapkan. Mudah-mudahan bisa bersinergi dengan temen-temen