Thursday, January 14, 2010

Lowongan Pegawai : Sales

Mang Yana Food membuka lowongan pekerjaan untuk posisi Sales dan operator

Syarat-syarat :
1. Pria
2. Usia : 17-22 thn
3. Jujur, kerja keras, mau belajar
4. Memiliki motor sendiri + SIM C / sepeda

Penghasilan hingga 1,5jt

Hubungi 0816-616801 / 021-91543672 untuk interview

Wednesday, January 13, 2010

Kerupuk Setan : My First Customer

Konsumen pertama Kerupuk Setan pastinya adalah mereka yang membeli di PRJ 2009 lalu. Walaupun tanpa ada brand Kerupuk Setan.

Setelah itu perjalanan di mulai dengan outlet setia di kantor. Outlet temen sich. Saya titip jual aja, alias konsinyasi. Awal-awal jual luar biasa. Bisa 100 pcs sehari. Wow kalo sebulan bisa 3000 pcs di kantor doank.

Tapi sayang tidak. Saya sudah memprediksi, kalo seperti mustahil bisa berjalan lama. Pasti gak lama turun. Mungkin paling lama sebulan. Karena konsumennya hanya kurang lebih 50-60 orang yang sama. Namanya juga di kantor. Ternyata benar, 100 pcs/hari hanya tahan selama 3 hari. Setelah itu menurun terus hingga stabil di 100 pcs/minggu di minggu ketiga. Alhamdulillah.

He he he ... tapi ternyata penurunan masih terus terjadi.. hanya tertunda... Hari ini stabilnya di 50 pcs/minggu. Mudah-mudahan gak turun lagi.

Kerupuk Setan : Sejarah

Sudah kira-kira 4 bulan ini, fokus produk mengerucut kepada Kerupuk Setan. Sebenarnya ini bukan produk baru. Sudah setahunan saya kenal dengan kerupuk ini. Saya jual tanpa nama. Hanya stiker Mang Yana Food.

Pilihan fokus dengan Kerupuk Setan ini diawali oleh event di PRJ (Pekan Raya Jakarta) Juni 2008 lalu.

Sedikit kilas balik.
Saat itu, Mang Yana Food, menjual produk makanan ringan/snack dari beberapa kota di Indonesia. Lampung, Pekalongan, Ciamis dan Makassar. Range harga produk tersebut sekitar 8.000-12.000. Untuk menarik massa, maka dilakukan diversifikasi dengan produk lain dengan harga fix 2.000 (harga special PRJ, normalnya 3.000). Harapannya dengan ada tulisan harga 2.000, bisa menarik leads. Baru kemudian ditawarkan produk lain yang harganya 8.000-12.000.

Rupanya strategi ini berhasil menarik leads, tapi tidak seperti yang diharapkan. Sulit untuk mengubah pilihan konsumen, karena mereka mampir ke stand untuk produk yang harganya 3.000.

Buah dari proses tadi, ternyata salah satu produk yang harganya 3.000 ada yang super laku. Sampai kami kehabisan stock di gudang. Tim produksi pun harus kerja keras untuk memenuhi kekosongan tersebut.

Evaluasi dari PRJ, kami memutuskan untuk memilih produk, apakah yang 8.000-12.000 atau yang 3.000an. Akhirnya pilihan kami jatuhkan pada produk yang harganya 3.000an. Walaupun di Jakarta ternyata sudah banyak pemain produk seperti ini. Tapi kelihatannya masih ada peluang. Dan kalo rejeki Insya Allah gak akan kemana-mana.

Dari situ kami pilih dulu satu produk unggulan untuk di branding. Pilihan jatuh ke kerupuk putih yang super duper laku. Karena super pedes, konsumen menjulukinya kerupuk setan. Ada yang bilang 'Setan pedes banget'.

Jadi tagline nya : Awas setan aja kepedesan :)

NgeBlog lagi

Udah setahun ternyata saya gak ngblog. Terakhir posting taun kemaren. he he he... Alias bulan kemaren.

Tadi pagi blogwalking... rupanya para blogger bener-bener semangat mengawali tahun 2010 ini. Bahkan mereka yang sudah agak lam gak posting pun kini mulai kambek.

Kayanya harus sering-sering blogwalking ke blog yang penuh semangat kaya tadi. 2 bulan ini lagi fokus sama ngasong offline. Biasa, ada penyakit hati. Jadi maju ngga, mundur ngga. Tapi Insya Allah akan semakin maju.

Offline OK, online pan cen oye

drivemyselftothetop

Sunday, November 29, 2009

Refleksi 2009 : Mari Kita Berubah

Perubahan itu pasti. Seperti halnya kelahiran dan kematian. Ia pasti akan datang.

Ketika duduk bersila setelah shalat dan berdoa, teringat saya dua puluh tahun yang lalu, ketika bermain di taman saat masih TK. Meniup api dari mulut bersama-sama teman-teman yang lulus kuliah saat wisuda. Melamar istri tercinta. Kelahiran anak pertama. Anak kedua. Dan sekarang mereka sudah sekolah, belajar membaca.
Seringlah melihat kebelakang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Begitu dulu kata guru saya. Maka, pastinya pribadi yang besar adalah pribadi yang menghargai sejarahnya, masa lalunya.
Bagaimana kita menghargai masa lalu kita, menunjukkan siapa kita saat. Bila kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, apabila kita merubah semua kekurangan kita, maka kita akan menjadi pribadi yang besar. Saking besarnya, diri ini bukan milik kita lagi, tapi milik umat manusia. Istri, anak, orang tua, saudara, kawan, sahabat, tetanggga. Bahkan pengemis yang lewat pun akan memiliki kita.

Seberapa sering kita melihat masa lalu, bersyukur dan berubah karena. Allah tidak akan mengubah suatu kaum bila kaum itu tidak mau berubah. Begitu guru saya menjelaskan isi Al Quran. Jadi saya yakini, Allah tidak akan merubah masa depan saya lebih baik dari hari ini bila saya tidak mau berubah. Berubah dibanding hari kemarin, dibandingkan masa lalu saya.

Karena itu saya berdoa untuk berubah. Berubah sifat dari malas menjadi rajin, dari suka menunda menjadi menyegerakan, dari excuse jadi no excuse, dari tanpa goal menjadi dengan goal, dari tidak disiplin, menjadi disiplin, dari miskin menjadi kaya, dari sedekah seribu menjadi sedekah sejuta, dari memakai motor menjadi memakai mobil.

Perubahan itu pasti. Dan saya pasti ingin berubah. Untuk yang lebih baik.

Tuesday, November 24, 2009

Menentukan Lokasi Usaha

Tulisan ini saya buat setelah mengikuti workshop Bisnis Retail bersama Christian W. Guswai.

Secara prioritas dalam menentukan lokasi yang perlu dipertimbangkan adalah :
1. Visible. Mudah dilihat. Kalo ga kelihatan repot. Siapa yang mau dateng. Sebar brosur, nyarinya susah banget.
2. Heavy traffic, bukan fast traffic. Ramai, padat, dan mereka gak ngebut. Makin pelan makin bagus. Coba lihat, daerah macet banyak yang jualan kan?
3. Arus pulang. Maksudnya, posisinya ada di jalur, arah orang pulang. Bukan arah orang pergi kerja.
4. Public transportation. Contohnya, terminal, fasilitas umumnya banyak. Massa biasanya banyak berkumpul di daerah yang ada banyak fasilitas umum. Atau fasilitas umum banyak dibangun di daerah yang banyak massa nya.
5. Acquisition cost. Biaya untuk mendapatkan lokasi tersebut. Ini prioritas ke 5 lho, bukan pertama.
6. Regulasi. Di lokasi tersebut, produk / jasa kita diijinkan di daerah tersebut.
7. Access. Jangan sampai gak ada jalan untuk masuk ke lokasi tersebut.

Cara memakainya sederhana. Buat tabel. Kasih point skala 1-7. Masukan point ke calon lokasi yang Anda bingung memilihnya. Lalu buat urutannya. Pilihlah yang effort agar usaha anda sukses paling ringan. Kecuali anda suka tantangan.

Sunday, November 22, 2009

Apa yang salah dengan MLM?

Saya tidak tahu apakah Anda member MLM atau bukan. Tapi kebanyakan orang disekitar saya kalo diajak untuk ikut MLM, biasanya dia akan menolak. Why?

Ada sebagian orang yang melihat MLM itu terlalu negative, hanya merekrut orang, setor uang nanti dibawa kabur. Ya… mungkin sebagian orang itu memang pernah ngalamin hal itu. Atau mungkin ada (atau banyak, saya ga tahu) MLM di Indonesia, yang oleh pendirinya memang bertujuan seperti itu.

Yang mau saya garis bawahi adalah merekrut orang. Di Indonesia, kalo MLM presentasi, apa yang dia promosikan? Cara cepat kaya. Cara Instan. Ini yang menurut saya bahaya. Sehingga banyak member nya yang kecewa, karena gak kaya-kaya. Padahal waktu perkenalan pertama, kok kayanya gampang kaya. Yang sukses banyak sekali, mereka semua pada maju ke depan panggung. Gayanya keren-keren.

Jangan Anda pernah mau yang isntan. Yang instan itu hasilnya juga instan. Bisa Anda buat rumah sehari, pasti bisa. Bisa Anda buat rumah seminggu, bisa. Bisa buat rumah 6 bulan, apalagi, pasti bisa. Bagaimana kualitasnya antara sehari, seminggu, sebulan atau 6 bulan? Pasti beda kan? Begitu juga dengan kaya dan sukses. Kalo mau cepat kaya, ya ngerampok aja, cepet kan?

Sebenarnya MLM yang saya pahami adalah sebuah strategi marketing, yaitu Direct Selling. Ada banyak product yang akan sulit dijual tanpa pendekatan personal oleh salesnya. Sulit menjelaskan product yang begitu hebat, hanya dengan selembar brosur. Makanya, biasanya sales Direct Selling memahami productnya karena ia menggunakannya. Begitu biasanya yang dianjurkan di MLM. Anda diminta mengkonsumsi productnya. Sehingga Anda bisa merasakan manfaatnya, dan bisa menceritakan ke orang lain.

Mana yang lebih Anda percaya, pengguna atau hanya penjual biasa? Pasti kita lebih percaya dengan yang menggunakan.

Jadi, apa yang salah dengan MLM? Tidak ada. Kecuali MLM itu menjanjikan Anda cepat kaya, menyuruh Anda merekrut orang sebanyak-banyaknya, tapi tidak menjelaskan keunggulan productnya, tidak menyuruh Anda menkonsumsi dan menjual productnya, maka berhati-hatilah.