Monday, September 15, 2008

Jelang Siang Yang Ditunggu Tunggu

16 September 2008, jam 11.10 istri saya sms. Kata Mba Rara (reporter Trans TV yang ngeliput Toples Cantik theSEMUT), jadi ditayangkan di Jelang Siang hari ini. Langsung saya sms temen-temen. “Halo semua. Kalo sempet nonton Jelang Siang ya. Ada Bunda Galuh Toples Cantik theSEMUT. Mang Yana / yanawungkul@gmail.com” Gitu smsnya.

Gak lupa langsung saya email ke TDA. Walaupun kayanya waktu temen-temen baca acaranya udah tayang. Mba Elisa (TDA Jatim) dan Bu Ning bales nanya di stasiun apa tayangnya. Maklum, pada sibuk ibu-ibu pengusaha ini.

Setelah itu saya cari tempat buat nonton. Maklum, saya di kantor, jadi gak ada TV. Ada temen kantor yang pasang TV Turner di komputernya. Coba tanya ah... Eh, ternyata Trans TV gak nangkep. Mungkin karena antenanya. Ya udah saya akhirnya ke kostan temen. Langsung berangkat.

Pas sampe kostan pas iklan selesai. Langsung Roni Waluya (bener gak namanya?) ngomongin lebaran. Katanya ”Anda tidak perlu bingung dengan toples lama. Anda bisa menghiasnya supaya kelihatan cantik. Pengerjaannya pun tidak sulit kok” (Sebenernya sich saya udah lupa script nya. Tapi kira-kira gitu deh). Langsung gambar di TV pindah ke toples yang disiapkan di atas meja makan di rumah. Maklum di meja makan, soalnya belum punya tempat display yang layak.

Dari situ pindah ke pagar rumah semut, di Jl Plafon V No 18 Kp Ambon (deket Rawamangun kalo bingung (siapa yang mau mampir? Ge-er banget sich), disorot dari arah rumah. Dateng Mba Rara bertamu dan di sambut sama Galuh (Bunda nya theSEMUT / istri tercinta). Mba Rara menceritakan keinginannya untuk membuat toples lamanya menjadi lebih cantik, sehingga seperti baru. Adegan pindah ke dalem rumah. Menunjukkan toples-toples kami. Narator menjelasnya istri saya, Siti Rachmawati (dipanggil Galuh) telah memulai usahanya sejak 2 tahun yang lalu. Gak pas bener sich, tapi emang toples ini umurnya udah mau 2 tahun kok.

Di akhir cerita, istri saya mempraktekan cara membuat toples cantik ke Mba Rara. Setelah itu selesai.

Lumayan. Mudah-mudahan banyak yang nonton dan pengen beli. Jadi kalo orangnya pake search engine pake keyword toples+cantik+jelang+siang bisa langsung ke tulisan ini. Dan dari sini bisa masuk ke Toples Cantik.

Ini adalah pengalaman luar biasa. Dan belum tentu bisa terulang.

Mang Yana

Friday, September 5, 2008

Ramadhan 1429 H : Toples Cantik di Majalah Paras dan Jelang Siang Trans TV

Semoga tulisan ini tidak membuat kami menjadi riya dan mengurangi nilai ibadah kami di bulan penuh barokah ini.
__________________________________________________________________

Tanggal 3 September 2008, kami sedang memasukkan penawaran ke sebuah hotel bintang di daerah Tebet. Ini adalah kelanjutan dari bazzar yang kami ikuti minggu sebelumnya di kawasan tersebut. Kebetulan, pengelola hotel tersebut mampir ke stand kami dan menawarkan kepada kami untuk memasukkan produknya ke hotel yang beliau kelola.

Ketika sedang menunggu, tiba-tiba ada telepon masuk dengan nomor yang tidak dikenal. Akhir-akhir ini, Alhamdulillah, banyak telepon masuk menanyakan Toples Cantik theSEMUT. Betapa kagetnya Bunda theSEMUT, ketika diketahui lawan bicaranya adalah reporter Trans TV yang bermaksud meliput kami untuk acara Jelang Siang. Padahal, beberapa minggu yang lalu pernah ada orang mengaku dari Trans TV pula, mau meliput untuk acara Harmoni. Akhirnya dari telepon itu langsung diputuskan besok Toples Cantik theSEMUT akan diliput, di Kakurega (rumah semut) pukul 10 pagi.

Sontak, malam itu kami persiapkan rumah kami habis-habisan. Maklum, namanya kakurega, banyak Anak theSEMUT, sehingga kakurega lumayan berantakan. OK lah rasanya semua sudah siap.


Tanggal 4 September 2008, kami menunggu kedatangan kru dari Trans TV. Ternyata mereka baru bisa tiba sekitar jam 1-an. Karena permintaan mereka ada konsumen yang mau beli. Kami hubungi teman-teman, saudara dan tetangga yang pernah bilang mau beli. Tapi karena ngedadak susah dapet konsumen. Akhirnya ada satu tetangga yang bisa. Terima kasih ya Mba Ina.

Syuting pun dimulai. Ceritanya seperti perjalanan seseorang yang mau belanja. Mampir ke rumah kami mau beli toples. Bunda pun diminta menjelaskan produk dan menunjukan sedikit keahliannya dalam membuat toples. Konsumen, Mba Ina, pun di wawancarai. Capek juga ya syuting. Sampe perlu beberapa kali take.

Sayangnya, reporternya tidak tahu kapan akan ditayangkan. Yang pasti minggu depan, antara Senin - Kamis. Wah, berarti tiap siang harus nonton Jelang Siang nich. Kalo bisa sich direkam. Ada yang bisa rekamin gak?

Hari itu pula, hasil
liputan Paras akhirnya datang. Majalah Paras edisi September memuat produk rubrik di kolom Tangan Tangan Terampil.


Alhamdulillah bulan Ramadhan ini terasa lebih dahsyat. Ujiannya, tapi rejekinya juga tidak kalah luar biasa.

Mudah-mudahan ini menjadi petunjuk dan jalan menuju TDA 100% (maunya di Milad TDA 3, kesampean gak ya?)

Mang Yana


Monday, September 1, 2008

Fw :SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI..

* Sebuah renungan di hari kedua Ramadhan 1429 H, mudah - mudahan bisa menjadi inspirasi buat hidup kita untuk lebih baik dari hari ke hari, Insya'Alloh...*

SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI..

Saya Sholat lima waktu tapi......
Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada Nya
Mungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.


Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah
Allah yang memberi rezeki pada saya
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi.. hati saya masih belum puas Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan, dan tidak ragu untuk mencuri, baik mencuri secara kecil-kecilan, atau mencuri dalam jumlah besar, dan Menerima Suap (Rejeki) dari yang tidak halal...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka
Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik Pada hal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti bagaimana

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka
Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya masih memperyai selain Allah, Percaya kepada Jimat meminta kepada kuburan
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin...

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati

Saya Sholat lima waktu tapi....
Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiri
Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?

Saya Sholat lima waktu tapi....
Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Saya Sholat lima waktu tapi..
Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (Al Maa€ £¡­uun) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna

Ingatlah, Hanya dengan mengingat Allah-lah Hati Menjadi Tenang (QS. Ar-ra'd: 28)

Karena itu, Ingatlah kepada-KU, Niscaya Aku Ingat (pula) Kepadamu (Qs. Al-Baqarah: 152)

Laki-laki dan Perempuan yang banyak mengingat Allah (Qs. Al-Ahzb: 35)

Wahai orang-orang yang beriman, banyaklah kamu mengingat nama Allah dan bertasbilhlah diwaktu pagi dan petang (QS. Al-Munafiqun 9)

Dan, ingalah Raabmu jika kamu lupa (Qs. Al-Kahfi: 24)

Allah SWT Maha Pengampun Dan Maha Penyayang, Mari kita renungi dan perbaiki diri untuk menjadi orang yang Taqwa

Dan, Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu ketika kamu bangun Berdiri. Dan bertasbihlah Kepada_Nya beberapa saat di malam hari dan Di Waktu Terbenam bintang-bintang (Di waktu Fajar) (Qs. Ath-Thur 48-49)

Mudah-mudahan tulisan ini bukan Saya atau pun anda. Semoga tulisan ini bisa menyadarkan diri dan kita bisa masuk islam secara keseluruhan, Menjalankan ibadah dan kehidupan sesuai syariat Allah dan tidak berprinsip sholat jalan terus, maksiat tidak boleh ditinggalkan. Mudah-mudahan kita selalu dalam bimbingan Allah, Dan Kita bisa meninggalkan semua yang buruk menuju ridho Allah, menggapai Syurga yang dijanjikan. Amin



Wednesday, August 27, 2008

Forum Lingkar Pena dan Danamon Award

Saya dulu kenal Helvi Tiana Rosa saat masih SMA. Kira-kira 10 tahun yang lalu. Tapi hanya 3 tahun. Setelah itu kecanduan buku saya agak berkurang.

Dari chee-gama@yahoogroups.com

Perjalanan Panjang Menuju Danamon Award 2008!
Aug 15, '08 10:55 PM by Helvy for everyone


Suatu hari, di tahun 2007, Mas Tomi membaca Koran Tempo, kemudian berkata, "Bunda, kamu dan kegiatanmu layak dapat ini...," ia menunjukkan artikel mengenai Danamon Award. Saya membaca sembari mengernyitkan kening. Hmmm boleh juga dicoba. Maka sayapun mengirimkan formulir untuk mengikuti ajang tersebut tahun 2007 itu. Kategori apa yang harus saya ikuti? Individu? Ah, rasanya kategori organisasi nirlaba lebih pas. Saya tak akan mengedepankan diri saya, tapiForum Lingkar Pena, organisasi yang saya gagas dan dirikan tahun 1997. Pada akhirnya pengumuman pemenang tahun 2007 keluar, dan tak ada saya atau FLP. Mengapa? Saya baru tahu jawabannya setahun kemudian.

Awal Juli 2008, saya dihubungi Tempo, "Mbak Helvy, kami dari Danamon Award. Kami mau wawancara sedikit tentang mbak dan FLP....""Danamon Award? Rasa-rasanya saya nggak ikut deh mbak," ujar saya polos.


Akhir Juli, saya dihubungi kembali oleh panitia. "Selamat ya, mbak. Masukdalam 30 finalis Danamon Award 2008. Kami akan menyaringnya lagi menjadi 15 finalis saja untuk diundang ke Jakarta. Kapan mbak ada waktu?


Pekan ini timjuri verifikasi akan datang berkunjung dan mencocokkan data...."Maka saya pun sibuk, terutama mengumpulkan lagi data-data, foto yangberserak, kliping media, buku-buku karya anggota, video kegiatan, menyiapkan presentasi, dan sebagainya. Saya baca berulangkali semua hal tentang Danamon Award. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para anggota masyarakat yang berjuang demi peningkatan kesejahteraan sesama anggota masyarakat. Danamon Award 2008 terbuka bagi semua individu, badan usaha dan lembaga nirlaba yang berdomisili di Indonesia yang menjalankan peran pemberdayaan ini, sejalan dengan visi Danamon: "Kita peduli dan membantu jutaan orang untuk mencapai kesejahteraan" .Untuk dapat ikut serta dalam penghargaan ini, para individu atau institusiharus telah melaksanakan program atau kegiatan yang menghasilkan dampakpemberdayaan yang langsung terhadap kelompok atau komunitas yang ditujunya. Selain itu, program atau kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara terus-menerus, dan paling tidak telah dilakukan selama satu tahun.


Panel juri independen Danamon Award 2008 terdiri dari para individu terkenaldengan latar belakang yang beragam, yaitu; Ade Suwargo Mulyo, Senior Project Manager dari Swiss Contact, Lembaga Swadaya Masyarakat dari Negara Swiss;pakar manajemen Hendri Ma'ruf dari Dunamis Organization Services; dan Jaleswari Pramodhawardani dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Panel juri kehormatan Danamon Award 2008 beranggotakan ekonom senior, Prof.DR. Sri Edi Swasono; sosiolog DR. Imam B Prasodjo; Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Prof. Dr. Martani Husaini, Pemimpin Redaksi SCTV, Rosianna Silalahi dan pakar manajemen dari Dunamis Organization Services,Ria Sidabutar.Dalam melakukan penilaian atas para peserta, panel juri mengidentifikasi atribut-atribut yang menentukan, antara lain melalui evaluasi mendalam yangmeliputi skala dan cakupan, frekuensi, dampak program atau kegiatan, sumberdaya yang terkait serta pendanaan yang digunakan.


Danamon Award 2008 ini dilaksanakan dalam kerjasama dengan Kelompok Tempo Media, penerbit Tempo Magazine dan Koran Tempo, Swiss Contact, Dunamis Organization Services, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), SCTV danRadio 99.1 Delta FM.Awal Agustus, kondisi saya sedang tak sehat, ketika tim juri verifikasi datang. Pertama, saya diwawancarai hingga larut malam. Esoknya kembali juri verifikasi datang. "Kami ingin melihat tempat-tempat kegiatan FLP. Kami ingin bertemu beberapa anggota FLP yang secara nyata telah diberdayakan olehFLP dan kemudian turut melakukan pemberdayaan. "Wah, mendadak begini? Maka saya ajak juri verifikasi mengunjungi markas organisasi kami, salah satunya Lingkar Pena Publishing House (LPPH). Alhamdulillah, kebanyakan parapekerja di penerbitan ini adalah teman-teman FLP yang sebelumnya merupakanpengangguran, mahasiswa dan koki sebuah kafe--- yang selain bermetamorfosis sebagai penulis--- mereka lalu menjadi tim penerbitan yang andal. Beberapa hari kemudian, datang kabar itu: "Mbak Helvy, FLP masuk sebagai 15 finalis! Siapkan presentasi dan sampai bertemu di Crowne Plaza!" Dengan kondisi yang belum pulih benar, saya paksakan untuk siap. Inikesempatan besar bagi FLP dan saya tak ingin kondisi saya membuyarkan itusemua.


"Kakak gila juga, ya," kata Asma Nadia adik saya. "Lagi sakit tapi bisanggak kelihatan. Selalu tertutup oleh semangat!" katanya saat berkunjung kerumah.Ya, dan kini, siapa yang mampu membendung semangat itu? Apalagi ketikasemangat itu didukung oleh berjuta daya dan pengharapan penuh padaNya? Saya dapat jatah menginap di hotel Bintang lima: Crowne Plaza, 3 malam 4 hari. Hari kedua, saya harus melakukan presentasi di depan panel juri.Saya baca lagi konsep penilaian juri di web Danamon: Dalam melakukan penilaian atas para peserta, panel juri independen mencari 4 (empat) aspek yang menjadi perhatian utama, yaitu: 1.. Dampak, dimana pemberdayaan yang dimaksud merupakan pemberdayaanekonomi, yang telah berdampak secara nyata dan dapat terukur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah.2.. Cakupan, dimana skala pemberdayaan yang dilakukan individu/perusahaan/institusi dapat dibuktikan telah menyentuh sejumlah orang/komunitas yangberdampak pada peningkatan kesejahteraan orang/komunitas yang dimaksud.3.. Keterlibatan, dimana masyarakat yang diberdayakan di tempat termaksudikut dilibatkan dalam proses pemberdayaan. Hal ini dapat dilihat dari dampak yang ditimbulkan akan terus terjadi di tengah masyarakat yang terlibat dalam pemberdayaan tersebut. 4.. Keberlangsungan, dimana inisiatif pemberdayaan tersebut dinilai dalamhal kemampuannya untuk terus berlangsung dalam masa ke depan. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah keberadaan delegasi wewenang dari penyelenggara kepihak yang diberdayakan, pelatihan, regenerasi, sumber pendanaan yang berkelangsungan, serta hal-hal terkait lainnya. Terkait aspek keempat, hal ini menjadi dasar bagi Danamon Award mencantumkan pelaksanaan pemberdayaan minimal 1 tahun dalam persyaratan yang diminta.


Tiga jam sebelum presentasi saya hubungi via ponsel tiga orang adik saya:Asma nadia, Rahmadianti dan Habiburrahman el-Shirazy. Habib, mantan Ketua FLP Mesir, ternyata sedang berada di Jakarta. Dukungan itu saya rasakan ketika mereka berkata: Insya Allah kami hadir!" Saya mungkin nggak bisa lama, Mbak. Tapi saya akan usahakan hadir," ujarHabib. "Mbak Helvy dan FLP punya andil yang besar bagi keberhasilan saya. "Bagi saya, Habib memang adik sejati. Kemasyhuran sama sekali tak membuatnya berubah sedikit pun. Ia tetap seperti yang dulu. Saya selalu berharap, teman-teman FLP mencontoh kematangannya. Siap dan tetap berbudi dalam kondisi apapun: tertatih atau berjaya, dan lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan! Dan Rahmadianti Rusdi? Mungkin ia tak terlalu dikenal di luar FLP, tetapi ia adalah salah satu tonggak sejati FLP. Apa yang ia lakukan dengan penuh ketulusan, mewarnai perkembangan FLP hari ini. Saya sms pula adik saya M. Irfan Hidayatullah, Ketua Umum FLP periode kini, Dosen Sastra UNPAD yang juga salah satu kebanggaan kami. Saya sms ratusan teman FLP lain, memohon dukungan doa mereka.Maka usai makan siang, 12 Agustus lalu, saya mantap melangkah di hadapan Dewan Juri. Saya panggil Asma Nadia dan Habiburrahman mendampingi saya kedepan.


Forum Lingkar Pena adalah komunitas (calon) penulis yang digagas dandidirikan 22 Februari 1997 oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, dan Muthmainnah. Dalam sebelas tahun perkembangannya, FLP menjadi wadah ribuan orang untuk mengasah diri sebagai pengarang/ penulis, menerbitkan sekitar 1000 buku, bekerjasama dengan tak kurang dari 50 penerbit, dan membuka cabang di dari 125 kota di Indonesia dan manca negara, seperti Hong Kong, Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Amerika, Mesir, Inggris, dll. Para aktivisnya mendirikan Rumah- Rumah Cahaya (Rumah baCA dan HAsilkan karYA) disetiap sekretariat cabang FLP. Tak hanya menyentuh kalangan intelektual, FLP menjadi wadah gerakan para ibu rumah tangga, buruh, pengangguran, anakjalanan, TKI, pembantu rumah tangga, hingga para napi di penjara. Ada pula FLP Kids yang ditujukan bagi anak-anak dan menjadi motor bagi bangkitnyakanak-kanak pengarang di negeri ini. FLP membuat menulis dan bersastra taklagi menjadi kegiatan ekslusif milik kaum cendekia. FLP menjadi satu-satunya organisasi pengarang yang berhasil membentuk rantai tak putus antara penulis-penerbit- pembaca-penulis. Dengan memberikan skill menulis bagi paramuda dan dhuafa, pada akhirnya FLP membantu meningkatkan taraf kesejahteraan mereka. "Wow...," komentar beberapa juri, ketika melihat data-data yang kami bawa,termasuk buku-buku karya para anggota FLP yang sebelum bergabung di FLPbelum pernah menerbitkan buku. Juga foto-foto kegiatan FLP, terutama yang melibatkan para dhuafa dan proses pemberdayaan yang dilakukan. "Setiap anggota adalah relawan. Mereka yang telah menulis di media tingkatprovinsi atau nasional, atau yang telah menulis buku adalah mentor bagi yanglain," kata saya.


"Saya baru dari Blora," tutur Habib. "Tanah kelahiran Pramoedya itu sangat tandus, kami bahagia ternyata FLP juga menjadi penggerak kegiatan penulisan di sana."Juri yang lain tertarik pula dengan presentasi Asma Nadia tentang Lingkar Pena Publishing House dan pemberdayaan yang telah dilakukan terhadap para anggota FLP."Bagaimana bisa mengajarkan penulisan seperti itu? Apa metode yang dipakai FLP?" tanya Rosiana Silalahi. "Bagaimana perhatian pemerintah?" tanya salah satu profesor. "Apakah FLP pernah dapat penghargaan sebelumnya?" tanya Pak Hendry Ma'ruf "Bagaimana mengelola jaringan FLP?" "Menurut Anda, apa kelemahan FLP?" Pak Imam Prasodjo mengernyitkan dahi. Dan masih banyak lagi. Dari waktu 45 menit yang disediakan, ternyata para juri "memperpanjang"hingga 70 menit. "Sangat mengesankan, " kata salah satu dari mereka, ketika saya beranjak keluar ruangan."Nanti di luar Danamon Award kita ngomong-ngomong lebih serius ya," kata Pak Imam Prasodjo lagi. Alhamdulillah.Setelah presentasi, Habib dan adiknya Anif, langsung kembali. Saya, Asma dan Dian beristirahat. Saya tak tahu berapa lama, rasanya ketika ngobrol-ngobrol saya tertidur begitu saja di sofa.

Malamnya, saya sempatkan berbincang dengan para finalis lain. Masya Allah, mereka dahsyat!Saya paling terkesan pada Bidan Eros dan Pak Abdul Rahim bin Atma, yang ikut pada kategori individu. Bidan Eros selama 11 tahun menjadi bidan dan penyuluh kesehatan bagi masyarakat pedalaman Baduy yang melibatkan hingga 59 kampung. Dengan susah payah ia berusaha mengkader para penyuluh kesehatan dari masyarakat Baduy, di samping berusaha menekan tingkat kematian ibu dan bayi di sana. Untuk bisa sampai ke tempat ibu yang akan melahirkan ia biasa berjalan kaki berkilo-kilo. Bayaran tertinggi yang pernah ia terima sebagai bidan adalah Rp. 20.000. Abdul Rahim bin Atma adalah seorang raksa bumi/ penjaga hutan lindung cagar alam Gunung Simpang dan konsultan pembuat kincir air mini untuk pembangkittenaga listrik yang dimanfaatkan oleh 1000 keluarga desa Neglasari yangtidak mendapatkan aliran listrik dari PLN dan untuk irigasi persawahan. "Saya tadinya tidak tahu kenapa diundang ke sini," kata Pak Abdul yang konon"hanya" lulusan SD. "Nah waktu disuruh ngomong, baru saya lihat gambar dilayar, ternyata karena kincir itu, Bu," tuturnya polos pada saya. Subhanallah. Indonesia mungkin masih tegak karena orang-orang seperti PakAbdul, Bidan Eros dan semacamnya. Orang-orang yang berjuang tanpa pamrih, yang berpikir dan bergerak untuk masyarakatnya.


Mata saya terusberkaca-kaca, berdekatan dengan mereka dan para finalis Danamon Awardlainnya. Akhirnya, 14 Agustus, digelar acara penganugrahan di Trans TV. Alhamdulillah, Dari 2041 peserta, FLP berhasil meraih Danamon Award kategoriorganisasi nirlaba. Sebuah kemenangan bersama! Peraih Danamon Award 2008: KategoriNamaNama UsahaKota & PropinsiKegiatan PemberdayaanIndividuBidan Eros Rosita-Lebak, Banten Pemberdayaan dan pengabdian terhadap warga Baduy dalam hal kesehatan, dimana Bidan Rosita mengajak warga Baduy di Desa Kanekes untuk sadar kesehatan, mengurangi angka kematian bayi saat melahirkan secara drastis dan membina warga Baduy sebagai kader kesehatan.


Usaha Skala Kecil Phaerly Mauiec Musadi Distribute Merchandising Bandung, Jawa BaratPemberdayaan terhadap komunitas underground dalam hal pendidikan dan manajemen melalui pelatihan komputer, desain grafis, fotografi dan olahraga skateboard. Selain itu juga memproduksi, memasarkan produk merchandising komunitas underground dan membuka peluang grup-grup band yang berada dikomunitas underground.


Usaha Skala Menengah Satria Yanuar AkbarSaung Angklung Udjo (SAU)Bandung, Jawa BaratDiawali dari kecintaan terhadap seni dan budaya Sunda (angklung), SAU berkembang menjadi perusahaan yang menghasilkan laba dan melibatkan warga sekitarnya dalam inti bisnis pelatihan angklung, pertunjukkan, produksi alatangklung serta pariwisata.


Usaha Skala Besar SantosoKantor Berita Radio KBR68HPegunungan Jaya Wijaya, Papua Membangun dua radio komunitas di kawasan Pegunungan Jaya Wijaya, yaitu RadioPikonane di Kabupaten Yahukimo dan Radio Wagadei di Kabupaten Paniai. Tujuannya adalah membuka akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat didaerah-daerah terpencil.


Organisasi NirlabaHelvy Tiana Rosa Forum Lingkar Pena (FLP) Depok, Jawa Barat Dalam 11 tahun perkembangannya, FLP telah menjadi wadah bagi ribuan oranguntuk mengasah diri sebagai pengarang/penulis, menerbitkan sekitar 1000buku, bekerjasama dengan lebih dari 50 penerbit, serta membuka cabang di 125kota di Indonesia dan manca negara.Terimakasih ya untuk semua doa dan dukungannya!


(thx, Gung!)



Tuesday, August 19, 2008

Adam Khoo : Master Your Mind Design Your Destiny 1

Mulai hari ini saya menambah strategi latihan menulis di blog. Yaitu dengan me-resume isi buku. Ini berarti saya wajib membaca buku. Targetnya adalah 2 tulisan dalam 1 minggu. Buku yang pertama ini adalah buku karya Adam Khoo yang berjudul Master Yout Mind Design Your Destiny. Sebenarnya buku ini sudah lebih dari satu tahun saya beli. Tapi hingga sekarang belum selesai saya membacanya. Dengan target ini mudah-mudahan bisa segera saya selesaikan. Buku ini adalah buku yang direkomendasikan TDA.

Di bab ke-1, Adam Khoo menjelaskan mengenai sumber daya. Apakah menurut Anda yang membedakan antara orang yang sukses dan belum berhasil (kita belajar tidak menyebut gagal, sebut yang positif)?

Apakah bakat, keturunan, kesempatan atau lainnya?Dia memang berbakat, saya tidak. Dia keturunan pengusaha, saya pegawai negeri. Dia banyak koneksi, saya gak punya.
Jika Anda bilang seperti itu, maka benarlah Anda. Jika Anda bilang Anda tidak berbakat dalam berbisnis, maka benarlah Anda. Jika Anda bilang saya tidak punya gen pengusaha, maka benarlah Anda. Jika Anda bilang saya tidak pernah punya kesempatan, maka benarlah Anda.
Pernahkah Anda melihat apa sich yang berbeda antara dia dan saya? Dia sukses, saya belum berhasil. Betulkah semua perbedaan itu.

Tidak, semua itu salah. Kalo kita di potong-potong hingga bagian terkecil tidak ada perbedaan diantara kita. Mungkin struktur DNA nya berbeda, tapi unsur di DNA itu sama. Yang berbeda adalah susunannya. Lalo otak. Otak semua manusia sama. Semua orang memiliki sistem neurologi yang sama. Pola hubungan antar neuron yang membuat kepandaian, pola pikir dan perilaku. Ini sumber daya yang pertama. Diri kita. Otak dan badan kita. Ini adalah sumber daya utama yang kita miliki.

Waktu. Semua memiliki waktu yang sama. 24 jam 1 hari. 30 hari 1 bulan. 12 bulan 1 tahun. Baik yang dibelahan khatulistiwa ataupun yang di antartika sama. Perbedaannya adalah penggunaannya. Berapa banyak waktu produktif kita dibandingkan dia?
Untuk bisa berhasil seperti dia, kita bisa meniru Blue Print dari orang tersebut. Tiru cara berpikir dia, perilaku dia, dan apa yang dia pelajari hingga dia sepandai ini. Tiru bagaimana dia memanfaatkan waktunya. Berapa jam dia tidur. Saat waktu luang apa yang dia lakukan.

Berikan yang terbaik, maka Anda akan mendapatkan yang terbaik.
Jika Anda mengingkan keajaiban, jadikan diri Anda keajaiban itu.

Itu kira-kira isi dari Bab pertama. Dan action saya adalah mempelajari orang-orang sukses yang saya kenal terutama di TDA. Saat ini yang sedang saya tiru adalah silaturahmi. Semua orang TDA yang menurut saya sukses senang sekali bersilaturahmi.

Thursday, August 14, 2008

Toples Cantik di Halaman 1 Google Search

Alhamdulillah, sejak pasang iklan di milist TDA, DW dan BHJ hari Senin tanggal 11 Agustus 2008, banyak sms, telepon dan email yang masuk. Walaupun belum semua lead itu bisa diubah jadi transaksi, tapi ini sudah sangat luar biasa. Hari ini ada dua calon customer dateng ke Kakurega (rumah semut).
Traffic di toples cantik pun naik. Tadi saya cek, untuk search 'toples cantik' di google, di halaman satu, 3 web pertama menunjukan ke toples cantik. Yang pertama memang iklan. Yang kedua itu blog nya toples cantik.

Jadi, jualan pake blog, SIAPA TAKUT.


Monday, August 11, 2008

[Iklan] Ramadhan 1428 : Toples Cantik Hanya Buka 8 Hari Saja

Tahun 2007 adalah tahun pertama theSEMUT memproduksi Toples Cantik. Tahun kemarin kami sengaja menjual di bukan Ramadhan. Karena target marketnya adalah orang yang merayakan Idul Fitri. Maklum saat itu kami baru mampu memproduksi dengan hiasan tema Lebaran.
8 Ramadhan 1428, kami tutup penerimaan pesanan dengan total pesanan 52 set. Itu pun terpaksa. Kebetulan rumah produksi kami hanya punya 1 karyawan (istri saya) dan saat itu saya terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena demam tinggi selama 24 jam. Istri tercinta terpaksa mondar mandir RS Caroleus - Kp Ambon, sambil bawa toplesnya, dan anak-anak dititip di mertua. Kurang lebih 5 hari saya menginap disana.
Itu cerita tahun 2007. Tahun ini, belajar dari tahun sebelumnya, kami sudah siapkan produk jauh-jauh hari. Bahkan kami lengkapi produk kami dengan perlengkapan lainnya seperti tempat tisu, tempat roti, tempat sendok dan tudung saji. Ada juga keranjang untuk parcel atau goody bag (buat yang ultah).
Hari ini, theSEMUT baru saja me-realase produk untuk Idul Fitri 1429. Katalognya bisa dilihat di sini. Kami yakin ruang tamu Anda akan semakin cantik dan akan membekas di saudara-saudara yang berkunjung. Jangan sampai ketinggalan. Semua produk kami adalah handmade. Sehingga jumlahnya sangat terbatas. Jangan sampai menyesal kalo gak kebagian barang.
Insya Allah target tahun ini adalah double. Tutup 4 Ramadhan 1429 dengan penjualan 110 set. Amin.


Mang Yana


Note : Hingga saat ini kami belum mampu memenuhi permintaan dari luar kota. Tahun kemaren pesanan dari luar terpaksa ditolak. Untuk temen-temen TDA yang berminat bekerja sama untuk ekspedisi pengiriman silahkan email penawarannya. Harga dan metoda pengiriman (termasuk packing). Yang pasti harus ada jaminan kondisi produk tidak berubah. Ini peluang lho....